Sabtu, 26 Januari 2013

KALAU SAYA JADI PRESIDEN RI





Sebuah fakta yang tidak bisa terbantahkan bahwa kita bangsa Indonesia dikaruniahi dan patut disyukuri adalah, kita memiliki 1.128 suku dan 442 bahasa (BPS 2012) yang bertebaran di seluruh plosok Indonesia. 10 % bahasa dan suku yang ada di dunia ada di Indonesia, luar biasa dan sekaligus mengagumkan. Setiap suku bangsa memiliki karakter budaya dan kepribadian yang berbeda dengan yang lainnya. Tuhan telah memberikan petunjuk menyikapi keberagaaman ini dalam QS. Al-Hujarat/49:13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾
 Artinya :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
            Dalam melihat kenyataan ini, diperlukan penafsiran dan cara pandang yang dulunya perbedaan itu bisa melahirkan komplik, tapi dengan cara pandang yang mengatakan bahwa adanya perbedaan, apapun itu adalah sebuah rahmat. Saya menyadari sepenuhnya bahwa kita terbiasa dengan kata-kata “jangan lihat perbedaannya tetapi lihat kesamaan-kesamaannya” untuk mencari solusi. Kebiasaan seperti inilah yang membunuh konsep bahwa perbedaan itu rahmat.
            Dari latar belakang inilah sehingga ketika saya menjadi presiden RI maka program  yang pertama saya lakukan adalah :
(1) Semua orang wajib belajar tentang antropologi, dan yang sangat utama adalah pemberian mata pelajaran antropologi pada mulai tingkat SD, mulai klas 1 sampai perguruan tinggi, kenapa ? a. Memberikan pengetahuan bagaimana pola prilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat secara Universal maupun pola prilaku manusia pada tiap-tiap masyarakat (suku bangsa). b. Memberi pemahaman tentang kedudukan serta peran yang harus kita lakukan sesuai dengan harapan warga masyarakat dari kedudukan yang kita sandang. c. Dengan mempelajari Antropologi akan memperluas wawasan kita terhadap tata pergaulan umat manusia diseluruh dunia yang mempunyai kekhususan-kekhususan yang sesuai dengan karakteristik daerahnya sehingga menimbulkan toleransi yang tinggi. d. Dapat mengetahui berbagai macam problema dalam masyarakat serta memiliki kepekaan terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat baik yang menyenangkan serta mampu mengambil inisiatif terhadap pemecahan permasalahan yang muncul dalam lingkungan masyarakatnya. (2).Semua orang wajib mempelajari sejarah. Kenapa ? belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan.pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya. manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari. Belajar sejarah dapat memberikan inspirasi baru. (3). Bahasa lokal dijadikan bahasa pengantar pertama, bahasa Indonesia adalah bahasa pengantar kedua di sekolah dasar, sehingga bahasa lokal sebagai kekayaan bangsa tetap ada dan tetap hidup.Sehingga dalam priode saya sebagai presiden, semester pertama adalah sosialisasi. Semester kedua, buku-buku setiap rumah sudah ada yang membahas tentang antropologi budaya, sosial, agama dll. Sehingga tahun ke 2 jabatan saya, pelaksanaan sudah merata di seluruh Indonesia. Dan Insya Allah pada priode presiden berikutnya tinggal melanjutkan, dan pada 15-20 tahun akan datang hasilnya sudah bisa dinikmati, bahwa begitu cantiknya, begitu mempesonanya sebuah perbedaan antara kita dalam berbangsa, bernegara dan beragama dan tidak ada lagi permusuhan, pertentangan, saling curiga. Semoga. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar